Wednesday, August 4, 2010

PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA, LOKASI, PELAYANAN DAN PROSEDUR KREDIT TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH DALAM PENGAMBILAN KREDIT PADA PD BPR (EKN-116)

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Di era globalisasi ini persaingan dalam bisnis perbankan sangat ketat. Persaingan tersebut tidak hanya terjadi antar bank, tetapi persaingan juga datang dari lembaga keuangan lain yang berhasil mengembangkan produk-produk keuangan baru. Persaingan dan perkembangan yang cukup pesat pada usaha perbankan tersebut menjadikan masing-masing lembaga perbankan harus berlomba untuk memenangkan persaingan bisnis.

Persaingan antar bank tersebut tentunya akan lebih menguntungkan nasabah karena nasabah dapat memilih berbagai jasa perbankan yang ditawarkan. Kualitas produk dan layanan perbankan akan menentukan apakah lembaga perbankan tersebut mampu bersaing di pasar global atau tidak. Syarat sederhana yang harus dipenuhi oleh lembaga perbankan tersebut adalah kemampuan perusahaan perbankan tersebut dalam menyediakan produk dan jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Manajemen sebuah bank dituntut kecepatan dan ketepatan dalam merespon apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Sebagai perusahaan jasa, perusahaan perbankan harus berorientasi pada kualitas pelayanan yang diberikan. Pelayanan yang diberikan harus mampu menciptakan kepuasan bagi para pelanggannya. Adapun manfaat dari kepuasan pelanggan tersebut adalah meningkatkan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan pelanggan, memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang, dapat mendorong terciptanya loyalitas pelanggan dan memungkinkan terciptanya rekomendasi dari mulut ke mulut yang menguntungkan bagi perusahaan, sehingga semakin banyak orang membeli dan menggunakan produk perusahaan ( Fandy Tjiptono, 2004: 24 )
Persaingan bisnis di bidang perbankan yang nampak akhir-akhir ini adalah persaingan dalam penyaluran, khususnya dalam pembiayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Di Indonesia sendiri UMKM menempati jumlah mayoritas dari total unit usaha yang ada. Akan tetapi kebanyakan dari para pengusaha UMKM masih mengalami kesulitan dalam menjalankan usaha, dan secara garis besar kesulitan yang dihadapi berkisar masalah permodalan, persaingan pasar dan bahan baku yang sulit didapat. Permodalan nampaknya menjadi alasan yang klasik yang menghadang perkembangan UMKM. Kebanyakan pelaku bisnis memutar usahanya dengan mengandalkan usahanya dengan modal sendiri. Ada pula sebagian kecil yang berusaha menambah modalnya dengan melakukan pinjaman ke bank atau lembaga non bank.
Mengingat potensi yang cukup besar dari para pelaku UMKM tersebut maka PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik menyiasati dengan membuka simpan pinjam yang khusus untuk melayani segmen Usaha Kecil dan Menengah. Adapun pertumbuhan pertumbuhan kredit PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik selama bulan Mei Tahun 2007 - April 2008 disajikan dalam tabel 1.1 sebagai berikut :



Tabel 1.1
Pertumbuhan Kredit PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik
bulan Mei Tahun 2007 - April 2008
No Bulan Jumlah Kredit
1 Mei 2007 Rp. 238.000.000
2 Juni 2007 Rp. 649.000.000
3 Juli 2007 Rp. 367.000.000
4 Agustus 2007 Rp. 912.000.000
5 September 2007 Rp. 818.000.000
6 Oktober 2007 Rp 568.000.000
7 November 2007 Rp. 524.000.000
8 Desember 2007 Rp 343.000.000
9 Januari 2008 Rp. 637.000.000
10 Februari 2008 Rp. 713.000.000
11 Maret 2008 Rp. 439.000.000
12 April 2008 Rp. 359.000.000
Jumlah Rp6.200.000.000
Sumber: PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik, 2008
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pertumbuhan kredit pada PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik sangat fluktuatif. Setiap bulannya pihak Bank seharusnya mengucurkan dananya kepada masyarakat sebesar Rp. 400.000.000,- akan tetapi pada bulan-bulan tertentu tidak dapat memenuhi target tersebut. Mengingat target dan tantangan bisnis di masa yang akan datang semakin meningkat, PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik harus berusaha memberikan pelayanan dan fasilitas yang menarik. Dalam usaha memahami keinginan masyarakat saat ini, dirasakan perlu untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi Keputusan nasabah dalam pengambilan kredit. Faktor-faktor tersebut antara lain faktor tingkat suku bunga, lokasi, pelayanan dan prosedur kredit. Apabila masyarakat sebagai nasabah merasa puas dengan apa yang telah diberikan perusahaan mereka akan loyal terhadap perusahaan dan tidak menutup kemungkinan mereka akan mempengaruhi orang lain dalam mengambil fasilitas kredit yang disediakan oleh PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik Berdasarkan uraian di atas maka penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Lokasi, Pelayanan dan Prosedur Kredit terhadap Keputusan Nasabah Dalam Pengambilan Kredit Pada PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik "

B. RUMUSAN MASALAH
Dengan melihat pertumbuhan kredit yang tidak selalu mencapai target dan untuk meningkatkan penyaluran kredit yang telah ditentukan maka diperlukan suatu strategi pemasaran yang tepat untuk mencari peluang pasar baru serta memelihara nasabah yang sudah ada. Dengan demikian bank harus menciptakan suatu inovasi yang akan menambah daya tank nasabah khususnya dalam pengambilan kredit.
Untuk menciptakan inovasi baru dan dalam upaya meningkatkan penyaluran kreditnya, pihak bank seharusnya mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat meningkatkan kredit. Berdasarkan uraian tersebut rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
a. Adakah pengaruh antara tingkat suku bunga terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit pada PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik?
b. Adakah pengaruh antara lokasi terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit pada PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik?
c. Adakah pengaruh antara pelayanan terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit pada PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik?
d. Adakah pengaruh antara prosedur kredit terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit pada PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik?
e. Adakah pengaruh antara tingkat suku bunga, lokasi, pelayanan dan prosedur kredit terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit pada PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik?

C. TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah :
a. Untuk mengetahui adakah pengaruh tingkat suku bunga terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit pada PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik.
b. Untuk mengetahui adakah pengaruh lokasi terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit pada PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik.
c. Untuk mengetahui adakah pengaruh pelayanan terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit pada PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik.
d. Untuk mengetahui adakah pengaruh prosedur kredit terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit pada PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik.
e. Untuk mengetahui adakah pengaruh antara tingkat suku bunga, lokasi, pelayanan dan prosedur kredit terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit pada PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik.

D. MANFAAT PENELITIAN
1. Manfaat Praktis
Diharapkan dan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi manajemen PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik terutama untuk meningkatkan jumlah debitur dan volume kredit.
2. Manfaat Teoritis
Untuk menambah pengetahuan bagi penulis dan agar dapat menerapkan teori dengan keadaan di lapangan yang sesungguhnya.

E. DEFINISI OPERASIONAL
1. Tingkat suku bunga
Tingkat suku bunga adalah besarnya bunga yang dibebankan kepada para peminjam atau harga jual yang harus dibayar oleh nasabah peminjam kepada bank (Kasmir, 2004:197).

2. Lokasi
Lokasi adalah tempat di mana perusahaan melakukan kegiatan kerja yang sangat menentukan keputusan karena lokasi erat kaitannya dengan pasar potensial suatu perusahaan (Fandy Tjiptono, 2004: 41)
3. Pelayanan
Pelayanan adalah usaha pemenuhan kebutuhan dari keinginan konsumen serta ketepatan penyampaiannya dalam mengimbangi harapan konsumen (Fandy Tjiptono, 2004:44).
4. Prosedur kredit
Secara umum prosedur dari perkreditan adalah dimulai dari permohonan kredit, analisa kredit, persetujuan kredit, perjanjian kredit, pencairan kredit dan pengawasan kredit (Lukman Dendawijaya, 2003:78).
5. Keputusan Pengambilan Kredit
Keputusan Pengambilan Kredit adalah tahap dalam proses pengambilan kredit di mana nasabah secara aktual membeli produk bank (Kotler,2003: 258)

F. SISTEMATIKA PENULISAN
Adapun sistematika dari penelitian ini terdiri dari:
Bab I Pendahuluan
Pendahuluan berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi operasional dan sistematika penulisan

Bab II Landasan Teori
Dalam bab ini berisi tinjauan pustaka, kerangka pemikiran dan hipotesis.
Bab III Metode Penelitian
Dalam bab ini berisi jenis penelitian, lokasi penelitian, variabel penelitian populasi, sampel dan teknik sampling, teknik pengambilan data dan teknik analisis data.
Bab IV Hasil dan Pembahasan
Bab ini berisi tentang gambaran umum perusahaan, gambaran umum responden dan hasil penelitian serta pembahasan.
Bab V Penutup
Bab ini berisi tentang kesimpulan dari penelitian dan saran


Anda butuh dalam bentuk file ms-word, silahkan klik download

No comments:

Post a Comment